NOSTALGIA masa SMA

Rabu, 14 Agustus 2019

PULAU UBIN

Pulau ubin ialah pulau kecil (10 km²) yang terletak di timur laut singapura, di samping pulau tekong. Di sini banyak tambang Granit yang ditinggalkan di sini. Menurut orang-orang Melayu, pulau ini juga dikenal sebagai Pulau Batu Ubin. Batu-batu di pulau ini digunakan untuk membuat ubin lantai pada masa lalu dan dipanggil "Jubin", yang kemudian disingkat Ubin.
Pertambangan granit mendukung beberapa ribu pemukim pada 1960an, tetapi hanya 1.000 penduduk tinggal di sini kini. Juga salah satu dari sangat sedikitnya pulau lepas pantai di Singapura yang tetap dihuni.
Pada 3 Juni 2005, pemerintah Singapura memerintahkan bahwa seluruh petani yang memelihara unggas di pulau itu untuk dikapalkan ke tanah utama Singapura dan dipelihara di perkrbunan yang diakui pemerintah dari 17 Juni 2005, segera setelah flu burung dari Malasiyah. Dalam pertukaran, penduduk asli ditawari paket perumahan, walau mereka dapat memilih tinggal di pulau itu.

Pemandangan depan 
Masa depan pulau ini ada di tangan orang-orang Singapura, tetapi statusnya sebagai saksi gaya hidup kuno kemungkinan akan lenyap dengan generasi "kampung" terakhir.untuk mencapai kesana kalian bisa naik MRT line Hijau tujuan Tanah Merah lalu stop di lanjutkan naik Bus 2 tujuan  Changi Village Bus Interchange, jalan sekitar 2 menit menuju Changi Point Jetty (Changi Point Ferry Terminal).tpi ada banyak cara untuk kesana ya,,ini kalau cara aku.
Banyak tanda peringatan di pulau ini untuk kenyamanan maupun keamanan pengunjung, seperti peringatan tertimpa buah yang jatuh, harus menuntun sepeda, tidak boleh berenang di quarry ataupun jalanan yang licin. Keselamatan menjadi yang pertama.
Pulau ini sekarang memiliki hotel yang lokasinya dekat kantor polisi tadi. Untuk yang mau berkemah, harus membawa tenda sendiri dan melaporkan diri, di mana akan berkemah, agar kalau terjadi sesuatu akan diketahui rimbanya.
Ada juga daerah yang memang dilarang untuk dimasuki, kebetulan di bagian sisi timur pulau, ada National Police Cadet Corps (NPCC), yang merupakan sekolah untuk menjadi polisi. Kalau untuk sekedar melewati sah-sah saja, asal jangan memasuki.
Hal lain yang menarik perhatian saya adalah adanya kuburan muslim. Ada dua letak kuburannya, namun kuburan lebih kelihatan seperti hutan, karena kuburannya tidak banyak dan juga tanda nisannya mirip nisan yang ada di kuburan kuno di Pulau Jawa atau kuburan di Jl. Kubor di dekat Kampong Arab (dekat Bugis) di pulau utama Singapura.
Sewaktu memasuki daerah Chek Jawa, di pos penjagaan, tidak ada orang yang menjaga. Ketika itu saya ingin sekali naik ke menara ataupun jalan di dermaga yang ada di Chek Jawa Wetland. Kita tidak diperbolehkan memasuki Chek Jawa Wetland tanpa adanya petugas yang menemani. Karena lama menunggu, saya putuskan untuk bersepeda lagi menuju bukit yang ada di pulau ini.
Ada sekitar lima quarry yang ada di pulau ini, seperti Ketam Quarry atau Ubin Quarry. Semuanya diberi pagar pelindung, supaya pengunjung tidak langsung berenang. Tidak ada penjaga yang mengawasi!
Bagi yang suka bersepeda gunung, joggingataupun berolahraga yang lain, pulau ini menawarkan sesuatu yang menarik. Dengan udara yang sangat segar, tentunya tempat ini sangat cocok sebagai tempat beraktivitas, sambil melihat “desa” asli Singapura yang Sepi dan tenang. Rumah penduduk tidak banyak dan jarang terlihat orang berlalu-lalang.
Keadaan kampung
Untuk menyewa sepeda itu sendiri kita harus merugu kocek $8 bagi sepeda yang suda Lama sedangkan sepeda yang baru di sewakan berkisar $10 dan $15 singapura.
Keliling dengan sepeda
Sayang sekali, waktu saya berkunjung, belum waktunya buah durian berbuah. Tempat ini terkenal dengan buah duriannya.
Tidak terasa, sudah lebih dari tiga jam saya bersepeda mengelilingi pulau ini. Waktunya untuk meninggalkan Pulau Ubin. Saya menunggu penumpang perahu sampai 12 orang untuk kembali ke Changi Poin.

Tidak ada komentar: